Rabu, 02 Oktober 2013

Distribusi Buku Tidak Merata, Kendala Kurikulum 2013

Kendala masih membayangi pengimplementasian Kurikulum 2013. Salah satunya adalah distribusi buku paket yang tidak merata ke setiap sekolah. Kendala tersebut diakui oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ, Kadarmanta Baskara Aji.

Menurut dia, tidak meratanya pendistribusian buku paket di DIJ akibat data jumlah siswa yang diberikan sekolah ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) adalah data lama. Sehingga, pada saat penerimaan siswa baru terjadi ketidaksesuaian data.

“Sekolah kebanyakan masih menggunakan data kelas terakhir. Padahal bisa saja tahun ajaran baru ini sekolah sudah menambah atau mengurangi kuota siswa,” kata Aji kemarin (14/8).
Dari laporan yang masuk Disdikpora DIJ, tercatat kekurangan yang dialami sekolah bervariasi. Bahkan ada sekolah yang sampai kekurangan 100 eksemplar buku paket.



Diungkapkan Aji, terdapat sekitar 20 dari 64 SD dan 29 SMP yang tidak cocok pendistribusian buku paketnya. Di tingkat SMA/SMK jumlah kekurangan lebih sedikit, sekitar sepuluh buku di lima hingga tujub sekolah dari total 29 SMA dan 23 SMK yang menerapkan Kurikulum 2013.

“Ketidakcocokan pendistribusian buku paket tingkat SD dan SMP lebih besar dibandingkan SMA/SMK. Penyebabnya, karena jumlah buku panduannya yang juga lebih banyak,” jelas Aji.

Di tingkat SD, terang Aji, diperlukan empat macam buku paket sedangkan tingkat SMP buku paket yang disediakan sebanyak delapan macam buku paket. Sedangkan untuk SMA/SMK, Kurikulum 2013 baru diterapkan pada tiga mata pelajaran, sehingga bukunya lebih sedikit.

Aji mengatakan, guna mengatasi persoalan tersebut, Disdikpora DIJ melakukan koordinasi dengan dinas pendidikan tingkat kabupaten dan kota. Sekolah yang mendapatkan kelebihan buku paket dapat digeser ke sekolah lain yang kekurangan buku paket.

Kekurangan buku terjadi di SMPN 8 Jogja. Saat peluncuran Kurikulum 2013, sekolah kekurangan 82 buku paket bagi 300-an murid kelas VII.

“Saat ini persoalan tersebut telah ditangani dan buku sudah dilengkapi, dengan sistem pergeseran,” kata kepala sekolah SMPN 8 Jogja Suharno kepada Radar Jogja.

Buku-buku tersebut, kata Suharno, telah dibagikan kepada para murid yang melaksanakan Kurikulum 2013. Buku tersebut, tidak sepenuhnya menjadi hak murid, karena saat siswa naik kelas buku tersebut dikembalikan ke sekolah.

Sedangkan kelebihan buku dialami SMKN 3 Jogja. Sekolah tersebut menerima 940 eksemplar. “Sekolah kami kelebihan 100 buku. Sisa buku, nantinya akan menjadi pegangan bagi para guru,” kata Wakil Kepala SMKN 3 Jogja, Bujang Sabri. (bhn/iwa/ga)


http://www.radarjogja.co.id/ruang-publik/92-tajuk/30277-distribusi-buku-tidak-merata.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar